Hadir dengan Utuh, Mengasihi dengan Penuh

Ini kali kedua saya mendapat kesempatan untuk membawakan kelas persiapan pernikahan Kristiani. Truly, I am honored.

Tahun lalu, saya membawakan sesi MBRE (Mindfulness-Based Relationship Enhancement). Sampai hari ini, yang paling saya ingat bukanlah materi yang saya sampaikan, melainkan bagaimana para peserta mengingatnya. Setelah kelas selesai, cukup banyak yang berkata, “Oh, itu kelas yang ada latihan napasnya ya?”

Saya tersenyum setiap kali mendengarnya.

Di tengah berbagai pembahasan tentang komunikasi, keuangan, peran suami istri, atau pengasuhan anak di masa depan, ternyata yang paling melekat justru sesuatu yang sangat sederhana: bernapas.

Padahal, semakin saya belajar tentang relasi dan pernikahan, semakin saya menyadari bahwa mungkin memang di situlah semuanya bermula. Bukan dari teknik komunikasi yang sempurna. Bukan dari kemampuan menyelesaikan konflik tanpa cela. Tetapi dari kemampuan untuk berhenti sejenak, menyadari apa yang sedang terjadi dalam diri, lalu hadir secara utuh bersama pasangan.

Karena kenyataannya, banyak konflik dalam hubungan bukan terjadi karena kita tidak mencintai pasangan. Konflik sering muncul karena kita sedang lelah, terluka, cemas, atau membawa begitu banyak beban yang belum sempat kita sadari. Kita bereaksi sebelum memahami. Kita menjawab sebelum mendengar. Kita hadir secara fisik, tetapi pikiran dan hati kita sedang berada di tempat lain.

Di sinilah saya melihat hubungan yang erat antara pernikahan, mental health, dan mindfulness.

Pernikahan bukan hanya tentang menemukan orang yang tepat untuk dicintai. Pernikahan juga merupakan perjalanan panjang untuk mengenal diri sendiri, mengelola emosi, menghadapi luka-luka yang mungkin kita bawa dari masa lalu, dan belajar hadir dengan penuh kesadaran bagi seseorang yang Tuhan percayakan dalam hidup kita.

Dan mungkin, sebelum kita belajar menjadi pasangan yang baik, kita perlu belajar satu hal yang sangat mendasar:

Bagaimana caranya hadir. Benar-benar hadir. Untuk diri sendiri, untuk pasangan, dan untuk Tuhan

Silakan mengunduh materi Mindfulness-Based Relationship Enhancement (MBRE) melalui tautan di bawah ini.

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.