Menjelang lebaran, biasanya ada tradisi : mudik.
Mudik is more than just travelling!
Bukan sekedar tradisi, mudik juga kerinduan yang akhirnya menemukan jalan pulang.
Mudik adalah perjalanan pulang ke kampung halaman – these days mudik bukan hanya secara geografis, tapi juga secara emosional.
Saat mudik, jalanan mulai ramai, terminal dan stasiun makin penuh. Juga, timeline media sosial dipenuhi story / feed yang sama : Mudik. Seru sekali.
Dan sebelum perjalanan mudik itu dimulai, some little preparations definitely needed sebagai bagian dari cerita mudik.
Planning the Way Home
Pertanyaan pertama sebelum mudik, bahkan sebulan, dua bulan atau tiga bulan sebelumnya adalah : how do we get home?
Everybody knows kalau tiket menjelang lebaran bisa seperti treasure hunt.
Tapi kalau sudah secure semua persiapan. It is one small step closer to home.
The Packing Ritual
Packing untuk mudik selalu menyenangkan.
Dari rencana membawa sedikit barang tapi entah bagaimana ceritanya, koper terasa lebih penuh dari yang direncanakan.
Baju hari raya, oleh oleh, dan barang barang kecil yang membuat perjalanan terasa lebih nyaman.
Tentu saja, packing is not about things. It’s also about bringing a little piece of our everyday life back home.
Oh ya, untuk nyimpen perhiasan selama travelling biasanya selain hanya membawa yang bakalan dipakai saja, kotak perhiasan travel ini selalu kubawa. Jadi bisa disimpan disini :
Untuk ukuran yang besar, bisa klik disini dan yang kecil bisa klik disini.

Preparing the House Before Leaving.
Pastikan sebelum rumah ditinggal, dirapikan dulu. Lampu, listrik, jendela, gas, air semua dicek lagi.
It’s a quiet moment though, seperti memberi jeda kecil sebelum perjalanan panjang dimulai.
Taking Care of the Journey
Mudik dengan memakan waktu yang lama, macet berjam jam, rest area yang penuh, ataupun transportasi umum yang dipadati penumpang, membutuhkan kesabaran ekstra. Jadi, pastikan untuk nyaman dengan perjalanan mudik.

Because Home is never Just a Place.
Home is never just a place. Mudik selalu mengingatkan bahwa rumah adalah suara tawa keluarga, aroma masakan Ibu dari dapur, Ngobrol dengan Bapak yang mungkin kita jarang dengar sepanjang tahun. Dan mungkin itulah alasan, rindu. Rindu sehingga orang tetap semangat mudik.
Because no matter how far we go, there is always a road that leads a home.
