Frugal living refers to a lifestyle that focuses on being mindful of how money is spent, aiming to reduce unnecessary expenses while still maintaining a comfortable and fulfilling life. It’s not about depriving oneself or living in poverty, but rather making conscious decisions to spend money wisely, prioritize needs over wants, and find value in simple, affordable alternatives.
Aku memilih untuk hidup frugal setelah memutuskan resign di 2019. Jadilah, pertanyaan yang sering timbul adalah ‘apa sih itu frugal living?’
Lucunya, begitu aku posting kalau aku sedang di cafe dan ngopi atau menikmati croissant, langsung deh diserbu dengan candaan ‘katanya frugal living ?’
Atau kalau aku pakai tas longsyong dan mengeluarkan gadget, kalimat berikutnya juga bisa ditebak. ‘Frugal living kok pakai Apple Ecosystem.’
Gini – gini.
Menurutku hidup frugal itu bukan hidup seperti berkekurangan, in poverty, atau jadi pelit selangit. Frugal living itu tidak melulu tentang menghemat uang, tapi juga tentang bagaimana kita bisa lebih bijak dalam mengelola keuangan keluarga, tanpa harus mengorbankan kenyamanan hidup sehari-hari.
Intinya, frugal living is about balance—living within the means, saving for the future, and enjoying life without overspending.
Kenapa Frugal Living Itu Penting?
Banyak orang menganggap frugal living itu membosankan atau terbatas, padahal sebenarnya hidup hemat bisa sangat menyenangkan! Dengan mengurangi pengeluaran yang tidak perlu, bisa jadi lebih fokus pada apa yang benar-benar penting, seperti keluarga, kesehatan, atau pengalaman hidup yang bermakna. Selain itu, mengelola keuangan dengan bijak memberikan lebih banyak kebebasan untuk menabung, berinvestasi, dan merencanakan masa depan dengan lebih tenang.
Frugal living juga bisa mengurangi stres yang sering muncul akibat masalah keuangan. Tanpa perlu khawatir lagi dengan utang yang menumpuk atau pengeluaran yang tak terkendali, karena kita memiliki kendali penuh atas bagaimana dan untuk apa uang itu digunakan.
Mindfulness dalam Frugal Living
Salah satu kunci dari frugal living adalah mindfulness—kesadaran penuh akan bagaimana kita menggunakan uang dan sumber daya lainnya. Dengan lebih mindful dalam setiap keputusan keuangan, kita jadi lebih mudah membedakan antara keinginan dan kebutuhan. Ini bukan hanya soal uang, tapi juga bagaimana kita menghargai apa yang sudah kita miliki dan bersyukur atas setiap hal kecil yang mendatangkan kebahagiaan. Menarik, bukan?
Intinya adalah sadar mengeluarkan uang dan peruntukannya untuk apa.
Ga asal gesek.
Ga asal bayar.
Yang penting jangan sedih jangan susah (I overheard myself, btw)
Mulai Aja Dulu.
Mulai dari mana? Mulai dari hal kecil sederhana yang tidak perlu langsung drastis mengubah gaya hidup. Misalnya dengan mengurangi kebiasaan belanja impulsif, merencanakan menu makan mingguan untuk menghindari pemborosan bahan makanan, atau memanfaatkan barang-barang yang sudah ada di rumah daripada selalu membeli yang baru. Psst, thrifting juga seru sekali loh.
Ini adalah outfitku hasil thrifting di Pasar Alok, Maumere (kanan) dan dari Kolaka, Sulteng. Seru sekali.
Bahannya masih bagus, harganya ga lebih dari dua puluh ribu.


Contoh sederhana lain adalah memanfaatkan teknologi untuk mencari promo atau diskon, atau mencoba masak sendiri di rumah daripada makan di luar (i am trying and on my way), yang pasti jauh lebih sehat dan hemat sih. Kapan – kapan kita bahas tentang processed food ya…


Frugal living bukan berarti harus hidup tanpa kebahagiaan atau kenyamanan. Terkadang, kebahagiaan itu datang dari hal-hal kecil yang nggak memerlukan biaya mahal. Misalnya, quality time bareng keluarga, nonton film di rumah, atau jalan-jalan ke taman. Hal-hal sederhana kayak gini bisa memberi kita kepuasan dan kebahagiaan yang jauh lebih berharga daripada mengeluarkan uang untuk sesuatu yang nggak perlu.
Nah, kebahagiaan kecilku kali ini adalah jalan jalan liat yang segar segar tiap pagi – tentu saja sambil mencari dopamine dan sinar matahari pagi, juga urban farmingku yang sudah mulai diusahakan 3 tahun ini. Yap, bangga sekali bisa panen cabe, tomat, daun bawang juga seledri. Kapan hari ada terong juga.
Jadi gimana, kalian tertarik ber frugal living juga kah?