Buka Mata, Buka Pikiran dan Mulai Mengerti ala Edward Suhadi

Ulang tahunku lalu, teman dekatku mengirimkan hadiah sebuah buku tulisan Edward Suhadi. For your information, Edward Suhadi terkenal dengan ads telor ceploknya jaman pandemi dulu. Nah, kali ini aku akan share apa yang aku suka dari buku ini. Selamat membaca!

Buku Mulai Mengerti karya Edward Suhadi ini tidak hanya melulu tentang berbagi konsep, tapi juga mengajak untuk merasakan makna yang lebih dalam dari setiap kejadian dan pikiran dalam hidup. Gaya penulisan Edward Suhadi yang personal dan reflektif, menurutku buku ini bukan sekadar kumpulan kata-kata saja, tapi lebih seperti perjalanan batin yang membuat berpikir, “Oh, gini ya hidup itu…”

Membaca buku ini seperti mencari pemahaman lebih dalam tentang kehidupan sehari-hari, buku ini bisa membuka mata dan hati sehingga bisa lebih menghargai momen kecil yang sering kali terlewat begitu saja.

Some takeaways tentang buku ini yang menarik :

Perenungan Pengalaman Pribadi yang Dikemas Unik

Edward Suhadi mengawali bukunya dengan cara yang tidak biasa: ia tidak hanya berbicara tentang pengetahuan secara eksplisit, tetapi juga membuka ruang perenungan tentang bagaimana caranya menerima dan mengolah informasi dalam kehidupan. Tulisannya ini tidak seperti terburu-buru untuk memberikan solusi atau jawaban atas setiap pertanyaan besar, tetapi lebih kepada mengajak untuk berhenti sejenak, untuk mulai mengerti—bahwa pemahaman itu datang tidak hanya dari apa yang kita ketahui, tetapi bagaimana kita mengolah pengetahuan itu dengan hati.

Melalui berbagai cerita dan pengalaman pribadi yang dikemas dengan sangat ringan, Edward membawa kita untuk merenung, mempertanyakan, dan mencari lebih dalam. Ia berbicara tentang pentingnya ketulusan dalam memahami diri sendiri, dan bagaimana perjalanan ini sering kali membutuhkan keberanian dalam menghadapi ketidakpastian.

Refleksi Sederhana namun Sarat Makna

Salah satu kelebihan utama buku ini adalah terhubungnya cerita ringan yang ditemui sehari hari dengan konsep-konsep besar dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai pembaca, aku tidak merasa seperti sedang dibombardir dengan teori-teori berat atau istilah ilmiah yang sulit dipahami. Sebaliknya, dengan bahasa sederhana dikemas dengan sedemikian bermakna. Misalnya, dalam beberapa bab, ia mengajak untuk melihat rutinitas harian dari sudut pandang yang lebih mindful—apakah kita benar-benar mengerti mengapa kita melakukan sesuatu atau hanya berlari mengikuti arus?

Dalam konteks ini, buku ini seolah menjadi sebuah “panggilan” untuk memperlambat langkah, untuk mulai mengerti bukan hanya tentang dunia luar, tetapi juga dunia dalam kita. Sebuah ajakan untuk menyelami lebih dalam arti kehidupan, keberadaan, dan bahkan kebahagiaan itu sendiri.

Sederhana namun sarat introspeksi

Namun, yang menurutku mengesankan dari buku Mulai Mengerti adalah buku ini mampu menggugah perasaan dan memberi ruang bagi introspeksi. Edward tidak sekadar menulis untuk dibaca, tetapi menulis untuk direnungkan. Sehingga, tercipta ruang untuk berdialog dengan diri sendiri, memberikan kesempatan untuk mengamati pikiran dan perasaan yang sering kali terabaikan dalam hiruk-pikuk kehidupan sehari-hari.

Selain itu, buku ini menurutku sederhana. Edward Suhadi berhasil mengemas pemikiran yang dalam dan rumit dalam kemasan yang sangat mudah diterima. Hal ini sangat terasa pada struktur buku yang tidak membingungkan, dengan alur yang mengalir perlahan dan penuh perhatian.

Mulai Mengerti menurutku adalah buku yang terasa sekali di hati. Bukan hanya sekedar bacaan; ini namun juga ajakan untuk memahami diri kita lebih baik, untuk memperlambat langkah hidup dan menikmati apa yang ada di masa kini, untuk melihat dunia dengan hati dan lebih dalam, juga untuk menemukan kedamaian dalam setiap langkah kecil yang kita ambil.

Oh ya, bisa langsung klik di tautan ini kalau berminat membaca juga ya.

Jadi, kalian sedang baca buku apa nih sekarang, tulis dong di kolom komen.

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.