“Look closer, attentively.”
Konon katanya, kalau kita mau belajar mindfulness atau sadari-diri-kini, kita harus bisa melihat lebih dekat dengan penuh perhatian. Tapi sebenernya, yang kaya gimana sih melihat lebih dekat ini? Mindfulness ini gimana sih?
Yha memang, jurnalnya banyak, risetnya juga banyak. Menurut salah satu tulisan di Harvard Business Review, Teknik mindfulness ini beneran bisa merubah otak kita. Ada bukti kuat bahwa mempraktekan nonjudgemental dan kesadaran diri terhadap saat ini (aka mindfulness) mampu merubah otak kita dan hal ini bisa dilakukan dengan banyak cara oleh siapapun baik dari pelaku bisnis, pemimpin dan tentu saja kita. Kapan – kapan kita bahas hasil riset ini ya..
Nah, mulai dari mana sih?
Pertanyaan ini yang seringnya ada dalam pikiran setiap kita. Saya juga. Saya lupa-lupa ingat kapan saya sebenernya mulai berkenalan dengan mindfulness ini.
Dulu sekali, sekitar medio 2008 (12 tahun yang lalu ya.. wow), saya mengikuti Ibadah Hati. Sore hari itu, kami dipersilahkan untuk menikmati jamuan makan yang telah disediakan. Suatu pemandangan yang berbeda pada ibadah hati, biasanya jamuan makan dipersilahkan ketika acara selesai namun tidak untuk sore hari itu. Sebelum menikmati santap bersama, kami diberikan pesan : TIDAK BOLEH BERBICARA SATU SAMA LAIN DAN TIDAK BOLEH MEMBERIKAN KODE MATA ATAU APAPUN. JUGA HARUS MEMPERHATIKAN SUDAH MAKAN APA SAJA.
Selama setengah jam saya menyantap makanan, hampir tidak ada hal lain yang saya pikirkan. Ada perasaan haru dan yang timbul ketika menikmati hidangan dengan komposisi bumbu yang pas. Aroma dari perpaduan rempah dan daging menyentuh hati yang paling dalam, membuatku menjadi orang yang sangat beruntung juga bersyukur. Beruntung karena diberi kesempatan menikmati hidangan yang lezat dan bersyukur boleh dipertemukan dengan orang orang yang memiliki keahlian memadukan bumbu – bumbu menjadi hidangan yang luar biasa ini. Makanan sungguh terasa lebih lezat. Syukur terasa lebih berlipat. Hal yang kecil menjadi sungguh lebih berarti.
Ketika ingin mulai belajar mindfulness cobalah teknik nikmati makananmu ini.
Tarik nafas dalam dalam sebelum makan, perhatikan apa saja yang menjadi isi piring, dan rasakan makanan yang lumer di dalam mulut. Kegiatan makan adalah kegiatan sepele yang bisa dilakukan secara auto pilot. Jadinya, sering kali kita tanpa sadar take it for granted ketika sedang makan. Nah, kalau pikiran mengembara ketika sedang menikmati makanan, be gentle with yourself, sadari dan tarik nafas dalam dalam dan kembali ke keadaan kini. Fokus pada sensasi rasa yang ada di makanan.
Sekarang, mari kita coba untuk lebih memperhatikan pengalaman-pengalaman yang terlihat biasa di saat ini. Ketika kita melakukannya, pengalaman itu berpotensi untuk berubah menjadi sesuatu yang sangat luar biasa. Dan tentu saja, selamat memulai mindfulness.
Bon Appetit!

Picture Credit : Anisti Riris (2018)
Shizuan Ma la Hot Pot, Shenzen 2018.