SEMUA BAIK (titik)
Konon katanya, sekarang itu bisa belajar dari Youtube. Dan benar! Ya memang sih, masih tergantung siapa yang ditonton juga sih. Memilah milah dari siapa kita akan belajar juga penting. Paling tidak hidup itu harus lebih baik, yekaann?
Salah satu yang saya pelajari dari youtube pagi ini adalah : Everything that happens to you is good. Hilih! Saya ingin ketawa. APA APAAN?
Kemudian angan mulai berkelana, mulai dari Salatiga sampai Semarang. Tempat saya menghabiskan 10 tahun terakhir, orang orang yang saya temui. Seriusan? Ga salah? Semuanya Baik? HIVILIVIH!
Sembari menarik nafas, saya mengingat dengan jelas segala rekaman peristiwa yang konon semuanya itu baik. Batin ini penuh dengan pembelaan pembelaan dan penjelasan yang saya simpan sendiri. Karena, hey! tidak semua orang berhak untuk menerima penjelasan. Kita memberikan penjelasan kepada mereka yang layak menerima penjelasan lah!
Semakin saya diam merenung, saya semakin sadar. Sering kali batin ini bagaikan : karena nila setitik rusak susu sebelanga. Lebih melihat sedikit kesalahan orang dari sejuta kebaikannya. Rasanya seperti kehilangan sadar sesaat akan kebaikan kebaikan orang yang sudah sangat menyentuh bahkan menyenggol saya selama 10 tahun terakhir. Saya hanya melihat bekas luka yang perlahan mulai kering dan sembuh. Saya lupa, bahwa hanya dengan melewati itu semua saya belajar banyak hal. Tentang keikhlasan, tentang tangan kiri tidak perlu tahu apa yang tangan kanan perbuat, tentang energi baik, tentang kedewasaan, tentang memaafkan, tentang berdiri setelah jatuh, tentang persahabatan, tentang percaya, tentang segala sesuatu yang saya tidak akan berada di seberang sini sekarang kalau tidak melewati itu semua, tentang semua baik (titik).
Seberapa sering kita membicarakan keburukan orang sehingga seribu kebaikannya jadi tidak terlihat? Naik kelas berarti mengerti bahwa segala sesuatu yang terjadi di semesta ini adalah semua baik (titik). Orang orang yang kita temui dalam perjalanan kita yang membantu kita naik kelas. Juga, Situasi yang membuat kita semakin dewasa. Dan hari hari ini adalah saat yang tepat saya mengirimkan doa baik untuk semua orang orang yang saya temui 10 tahun terakhir ini. Terima kasih semesta!
Pada situasi kita tidak tahu seberapa jauh perjalanan kita, bukankah sebaik baiknya kita bersikap baik pada diri kita sendiri? Dengan melepaskan hal hal yang membebani pikiran, memaafkan dan lebih mengerti bahwa semua baik (titik).
Teruntuk para pejalan yang sedang berjalan tanpa tahu panjangnya jalan dan ujung jalan, selamat menikmati perjalanan hidup. Dan ingatlah bahwa segala yang kau lewati dan temui dalam perjalananmu adalah semua baik (titik). Namaste.

(Sisir Tanah)Siapakah kita ini, manusia
Yang dalam diam, riuh, ragu, dan tak mampu
Ada rahasia, tidak rahasia
Ada di sini ada di situ
Diseret-seret waktu
Terus berjalan
Meskipun kita tak tau
B’rapa jauh, jalan ini nanti
Pada jarak
Dan kita tak juga rela tunduk
Pada jarak
S’lalu berjalan
Meskipun kita tak kunjung tau ujung jalan ini
S’lalu berjalan
Dan kita tak juga kan terhenti
S’lalu berjalan
Yang dalam riang, ringkih, rumit, dan terhimpit
Ada bahagia, tidak bahagia
Ada di sini ada di sana
Ditikam-tikam rasa
Terus berjalan
Meskipun kita tak tau, b’rapa jauh, jalan ini nanti
Pada jarak
Dan kita tak juga rela tunduk pada jarak
S’lalu berjalan
Meskipun kita tak kunjung, tau ujung jalan ini
Dan kita tak juga kan terhenti, s’lalu berjalan