Solidaritas anjing

Pernah dengar kah? ato barang kali tidak sadar pernah melakukan?
Pertama kali saya mendengar istilah ini tertegun juga…kok agak gimana gitu… he he he
tapi setelah mencoba memahami apa artinya.. saya jadi tersenyum sendiri…

Pernah dengar anjing menggonggong? terus kalo di sekitarnya ada anjing lain, anjing yang lain pasti ikut ikutan menggonggong.. terus jadi rame deh penuh dengan gonggongan anjing.. seolah olah jadi ‘ada’ sesuatu… yah itulah solidaritas anjing… njegok siji.. njegok kabeh.. he he he…

Dalam hidup, tidak sadar sering kali kita melakukan seperti itu… contoh kecilnya sih, membicarakan orang. Mungkin, pembicara pertama ga ada maksud dalam membicarakan orang yang dibicarakan. Tapi begitu di floor kan, jadi malah tambah rame, tambah ga jelas, dibumbuin sehingga orang yang dibicarakan jadi terlihat jelek banget. Akhirnya, semua pulang dengan membawa sebuah pemikiran.. that person we are talking today is damn bad… tidak terlihat sama sekali segi positif orang yang dibicarakan.
Ketika orang yang dibicarakan tau bahwa dirinya jadi bahan pembicaraan dan bahwa yang dibicarakan tidak benar, timbul kepahitan dalam diri orang ini. Bukan hanya kepahitan, mungkin juga jadi minder – karena dia merasa tidak pantas berada dalam komunitas-, kebencian, balas dendam.. semuanya berputar seperti mata rantai yang tak putus.
akhirnya damai sejahtera pun hilang.
Bayangkan apabila hal ini terjadi dalam sebuah komunitas kecil yang menuntut sebuah profesionalisme, kantor misalnya. yang terjadi adalah, backstabbing, penjilat,keberpihakan – lebih pro sini, lebih pro sana – dan semua hal yang kurang etis. akhirnya timbul gank. asal bukan gank nero ya?

Yah, semua tergantung pribadi kita.
apabila kita menjadi orang yang dibicarakan,
tak perlu memelihara kepahitan. putuskan mata rantai kepahitan. tak perlu membawa dendam. cukup doakan dan ampuni. kalau seandainya tidak tahan, ambil langkah besar untuk meninggalkan komunitas. ketimbang memelihara dosa nantinya.
Apabila kita menjadi orang yang akan membicarakan,
pastikan bukan hanya sekedar opini pribadi – subjective judgement – apabila kita menghakimi menurut ukuran kita, kitapun juga akan dihakimi menurut ukuran yang kita punya. hukum tabur tuai nih…
lebih baik, kita sharing dengan orang orang yang bijak memberikan pendapat. Agar bukan kita yang memicu timbulnya kepahitan.
Apabila kita menjadi orang yang mendengar,
jangan dibumbui cerita dengan membawa opini pribadi. bertindak bijaksana..

Sering kali, kita ingin sebuah keadaan yang penuh damai dan sejahtera. Dan kita menginginkan orang lain untuk berubah, agar keadaan damai. Padahal, akan lebih mudah apabila kita yang menciptakan kedamaian itu. Mari, make peace not war.
Have a good day.

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.