Tak terasa satu tahun sudah hampir berlalu lagi… Thank the LORD for that…
Teringat awal tahun 2010 ini, saya menuliskan My Amazing 2010 di buku impian, untuk meyakini bahwa I’m gonna have a very amazing year. Indeed, I have. Ada banyak mimpi yang tertulis di buku itu, dan Praise the LORD some of them accomplished. Yah, bukankah mimpi adalah bagian dari sebuah visi yang dimana mampu menarik energi sehingga membuatnya berhasil? Tapi, terlepas dari terwujudnya mimpi itu, selalu ada pembelajaran menarik yang menghiasi lubuk hati sehingga hidup dari proses perwujudan mimpi itu terasa bermakna. Dan, hal itu tidak terlepas dari perpanjangan tangan Tuhan yang selalu mengantarkan saya menemui orang orang yang luar biasa.
Perpanjangan tangan Tuhan memang luar biasa. Ketika Tuhan bekerja melalui orang orang di sekitar saya, sehingga saya menyadari bahwa tanpa anda saat ini saya mungkin sudah tidak mampu lagi tersenyum menghadapi pagi. Saya belajar untuk mendengar saran yang membangun dari teman teman terbaik yang Tuhan kirimkan, untuk lebih menjadi diri saya sendiri, untuk lebih percaya diri, untuk lebih ikhlas menghadapi hal hal yang di luar kendali, untuk berbagi kasih, dan banyak hal yang kalau saya tulis satu persatu, rasanya pagi ini saya hanya akan memandangi laptop saya ini dan make a very very looooong list.
Salah satu bagian yang tidak saya tulis di buku saya kala itu adalah bahwa saya akan tetap rajin menulis notes. Somehow i felt that i lost myself since i did not know what i really wanted and who I really was that it’s really hard for me to write. Pathetic? Yes, at that time. Bahkan menuliskan apa yang terjadi dengan saya dan apa yang telah saya lewati pun saya tak mampu. Ungkapan syukur karena saya mampu melewati sehari demi hari selalu ada, tapi untuk mengatakan apa yang harus saya lakukan dan apa yang saya inginkan selalu berhenti di tenggorokan. Sampai saya sadar, saya memang harus melepaskan apa yang saya miliki, lebih ikhlas (itupun saya pelajari dari seorang teman, terima kasih temans). Lebih berserah tepatnya, bukan dengan pemikiran saya sendiri. Bukankah Tuhan memberikan berkatnya kepada orang yang dikasihiNya pada saat mereka tertidur? Idealisme dan juga logika berpikir sometimes should be put aside (These are the most important things that i struggle within this year.) Bukan hanya itu, ketika temans mengajarkan saya untuk mentertawakan kebodohan kebodohan yang sudah saya buat. (ohh tidakk, bukan berarti saya gadis bodoh… cekikik) Hal ini membuat saya belajar bahwa happiness doesn’t depend on a situation tapi lebih pada sebuah keadaan yang tercipta dari dalam diri. Karena kita tersenyum, maka segala sesuatunya menjadi lebih indah. Bukan karena sesuatu itu indah maka kita tersenyum. Dalam hal ini saya yakin, bahwa senyum saya manis. (Looohh…) back to track.
God never sleeps, He never slumbers. Gusti mboten sare. Itu yang saya yakini benar sehingga 2010 ini begitu sarat makna, it’s truly amazing. Sarat pelajaran berharga. Teman teman seperti kalian tiada duanya. Terima kasih untuk mengijinkan saya belajar banyak from your story of life (bingung je mengungkapkan dalam bahasa ina nya *nggaya sithik* ). This is a truly amazing year for me, and thanks to you because you make it MORE amazing as you come into my life and touch it. You DO make it colourful. I really cannot wait for my dazzling 2011. Bet there will be lots to learn. I am sure on one thing, as God never sleeps, i can count on every single thing that happens in my life into His mighty arm. Dia yang menenunku dalam kandungan ibuku dan menuliskan kisahku sebelum ada satu haripun yang lalu, jadi untuk apa kekuatiran itu?
Selamat menyongsong tahun baru. Selamat menyongsong 30…(ngekek sik ah…)
Thanks to twitter yang bikin ngeronda tiap malam… thanks to ym yang bikin merasa dicintai setiap harinya.. thanks to ehm… messenger… yang bikin narsis setiap waktunya… (gapapa dalam rangka peningkatan kepercayaan diri):D
~yesh