dalam sebuah ibadah.. tema yang dibawakan adalah berkanjang dalam doa..
menarik.sering kali doa kita hanya tutup mata dan melipat tangan.. berfokus pada alam ‘yang kita inginkan’ .. tak jarang doa yang diucapkan pun sekedar untuk keinginan pribadi dan pembenaran diri. Pembenaran diri? iya.. tanpa sadar, sering kali kita tidak ingin dipersalahkan.. menutupi segala sesuatu yang benar.. bertindak tanpa menggunakan rasio dan memutar balikkan sebuah keadaan hanya demi sebuah pembenaran diri. Tinggi sekali ya ego manusia?
Everything goes for a reason, kata mereka. Tapi, urung sekali niat untuk melihat dan memahami beyond the reason. Lalu, apa guna doa apabila doa dipanjatkan hanya untuk kepentingan pribadi? untuk pembenaran diri?
Pada saat berdoa sebaiknya kita membuka mata seluas luasnya.. andar ismail dalam bukunya pernah berkata doa bukan hanya menutup mata tapi membuka mata bukan hanya melipat tangan tapi juga mengulurkannya..
Jadi, pada saat berdoa, sebaiknya kita mendoakan orang lain. terutama orang yang sangat menyakiti hati kita, bukan berdoa untuk kesusahan orang yang kita benci, tapi berdoa supaya ia tetap diberkati.. (bukan sekedar basa basi dan asal nulis.. Hanya Tuhan yang tahu kenapa aku pengen share hal ini..) berdoa untuk memohonkan berkat bagi orang yang mendukakan hati kita berarti juga belajar memaafkannya, mencoba memahaminya.. Mario Teguh pernah berkata, memaafkan tidak akan memperbaiki masa lalu, tapi yang pasti akan memperindah masa depan. Pada saat berdoa kita juga mendoakan mereka yang sudah berbuat tidak benar. Bukan untuk memohon sesuatu yang buruk terjadi, tapi juga mendoakan jiwa mereka agar penuh dengan damai sejahtera.
Mengulurkan tangan dalam doa berarti kita membantu orang lain.
Nah, sudah siapkah kita berdoa?