The Purpose of Change
A Commentary on Jensen and Senge
Bagi general manager, kehidupan dari sebuah pekerjaan adalah mengenai perubahan yang mempunyai tujuan dalam artian, bagaimana hal itu harus terjadi dan bagaimana bisa dicapai. Hal inilah yang disebut dengan strategic management. Jensen dan Senge menjelaskan tentang bagaimana pentingnya sebuah peran dari tujuan.
Michael Jensen menjelaskan bahwa masalah yang dihadapi dalam perubahan adalah kurangnya tujuan yang jelas. Manajer yang berhadapan dengan beraneka ragam tujuan perubahan tidak bisa memaksimalkan tujuan tujuan yang beraneka ragam tersebut. Jensen memberikan contoh ketika manajer mencari pertumbuhan pada keuntungan saat ini atau di masa yang akan datang haruslah menyadari bahwa pada suatu titik tertentu pertumbuhan yang satu akan membatasi pertumbuhan yang lain. Lebih lanjut, dia berpendapat bahwa dalam mengatasi hal ini hanya satu hal yang dibutuhkan, value maximazation. Solusi yang ditawarkan Jensen, aplikasi dari organisasi ekonomi didorong oleh value maximization yang tepat dengan bergantung pada kinerja yang didasari oleh insentif untuk meluruskan kebutuhan dari setiap bagian organisasi beserta pemiliknya. Singkatnya, perusahaan dalam mengungkapkan tujuannya sebaiknya berhubungan langsung dengan long term’s value dari sebuah perusahaan. Apabila anggota perusahaan termotivasi oleh cipta nilai yang bagus maka hal itu akan mendorong perubahan yang tepat.
Analisa Peter Senge berbeda dengan Jensen, dia melihat tujuan sebagai alasan, bukan hanya rumusan untuk mengukur nilai ekonomis. Bagi Senge, perubahan organisasi adalah masalah pembelajaran. Belajar untuk melakukan sesuatu yang baru, atau melakukan sesuatu dengan alasan yang berbeda. Pembelajaran yang paling baik adalah ketika adanya keinginan untuk belajar – yang mana tujuan organisasionalnya menjadi sangatlah penting. Bagi Senge, tujuan tidak selalu menjadi target sebagaimana sebuah jawaban dari : Mengapa kita disini? Akan tetapi belajar, sebaliknya membutuhkan pemahaman sistem yang kompleks. Masalah yang dihadapi oleh pembelajaran, komunikasi dan kompleksitas adalah sulitnya menghubungkan antara tujuan dan hasil tingkah laku manajerial. Hal ini, terutama dalam organisasi yang kompleks, mempunyai komponen kognitif, ekonomis, organisasional dan juga emosional yang saling berhubungan terutama mengenai hal – hal yang penting. Strategi outcomes berkembang dari waktu ke waktu dipengaruhi oleh aktivitas yang terjadi secara simultan di tingkat yang berbeda pada level yang berbeda dalam organisasi, baik disengaja maupun tidak disengaja, sesuai dengan perubahan eksternal yang terjadi di pasar dan lingkungan yang lebih luas.
Programs pada perubahan yang bertujuan mengikuti sebuah pola. Dan hal inilah yang dilakukan oleh pemimpin.
- Penilaian pada bisnis organisasi melalui sistem informasi. Sering kali hal ini menyebabkan instalasi baru, dengan sistem yang lebih transparan.
- Fixing the portfolio. Dalam artian unit bisnis diperbaiki, ditutup atau dijual, juga memperbaiki neraca dimana hutang dikurangi dan juga meningkatkan modal.
- Seiring dengan situasi ekonomi yang distabilkan, perhatian dipindahkan ke nilai, tujuan dan standard yang bisa membentuk lingkungan kerja perusahaan.
- Proses operasi dan inovasi ditentukan kemudian diatur.
- Akhirnya, sangatlah lumrah saat ini menjumpai perusahaan yang sedang membangun bisnis yang baru lintas divisi yang ada dengan tujuan untuk melayani pelanggan lebih lagi.
Ketika mereka memperhatikan tujuan perubahan, mereka melihat bahwa tindakan disusun dimana setiap dimensi mempunyai konsekuensi , dalam hal ini tujuan perusahaan juga termasuk. Tanggung jawab yang penting lainnya adalah bagaimana menjalankan perusahaan mereka ke depan, terutama melalui usaha untuk berubah.