Sepertinya hari ini.. aku dipenuhi berbagai macam bentuk pertemanan….
Dari pagi ini aja misalnya,
Kebetulan aku punya small community, di mana tiap hari jumat kami berbagi tentang’ What God has enabled us to do during the week’
Seorang dari kami, belum sempat berbicara sudah menangis.. tanpa sadar, kami semua ikut menangis, merasakan beban yang dirasakannya… tak ada kata terucap.. kami berempati.. merasakan hal yang dirasakan teman kami…
Pagi ini, teman berarti.. ikut berempati.. ikut merasakan.. tidak perlu banyak bicara hanya berada di sampingnya dan merasakan perasaan yang sama…
Siang hari..
Ada temanku yang bingung.. kesana – kemari – kesana – kemari.. mondar – mandir… kemudian, yang dia dapatkan adalah tepukan lembut di pundak dari seseorang yang berkata ‘ Gimana?’ Setelah itu, ia mendengarkan temanku dengan senyum manis dan penuh perhatian… Selesai bercerita… hanya ada kalimat yang terdengar ,’kamu pasti bisa.’
Siang ini, teman berarti .. encourage.. encouraging someone.. tidak hanya itu.. listening ear juga ada siang ini…
Sore hari…
aku bingung pulang.. bis semarang solo penuh semua… ternyata ada kondektur yang bilang ‘ ayo bareng aku.. ga bisa pulang nti..’ hmmmm… aku dapat teman baru lagi.. a friend that helps….
Ternyata… teman itu memang harus menerima juga ya.. tidak hanya memberi..
Juga, ga perlu harus kebanyakan bicara..
yang paling penting sih… saling menguatkan… mendukung…berempati…. berempati atau bela rasa.. mampu menempatkan diri pada penderitaan orang lain…
Ini yang kadang susah, berempati,.. karena sering kali kita menempatkan orang lain sebagai saingan, ancaman , gangguan… akhirnya kita lebih membenci, menekan dan menyingkirkan orang lain sehingga kita tidak mau berteman,,,
Mengutip tulisan dari Andar Ismail, berteman bukan sekedar berkenalan, bergaul atau berbaik – baikan. Berteman memerlukan kebesaran jiwa..
Iya, berteman berarti belajar.. belajar untuk berteman baik..
i think im in a part of learning it.. are you?